Politik Aksi Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh di Jakarta, Apa Tuntutannya?

Aksi Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh di Jakarta, Apa Tuntutannya?

Pimpinan DPR RI Menemui Massa Aksi Demo Mahasiswa/instagram.com @DPR_RI

Ribuan massa dari mahasiswa melakukan aksi demo di depan Gedung DPR RI pada 11 April 2022. Sekitar pukul 13.00 para mahasiswa tersebut tiba dan langsung membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka dan mengibarkan bendera organisasi masing-masing. Demo ini dilatarbelakangi isu perpanjangan presiden 3 periode yang berkembang belakangan ini.

Diketahui, dalam demo tersebut para mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya adalah:

  1. Menuntut wakil rakyat untuk mendengarkan aspirasi rakyat, bukan aspirasi partai
  2. Mendesak wakil rakyat untuk tidak mengkhianati negara dengan melakukan amandemen juga bersikap tegas dalam menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode
  3. Menuntut 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum mendapatkan jawaban

Dalam aksi tersebut beberapa pimpinan seperti Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel, dan Lodewijk Freidrich Paulus didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui massa aksi di depan Gedung DPR RI. Mereka mendengarkan tuntutan para mahasiswa dan melakukan audiensi.

Banyaknya massa aksi demo di Jakarta membuat aparat dan polisi turun tangan untuk mengawalnya. Bahkan polisi harus menutup tiga ruas jalan yaitu Jl. Gatot Subroto arah Pancoran, Jakarta Selatan menuju Slipi, dan Jakarta Barat. Polisi juga meminta pengendara untuk memasuki jalur busway untuk menghindari kemacetan.

Sayangnya, aksi demo yang awalnya berlangsung aman ini berakhir ricuh. Bahkan terjadi pemukulan juga terhadap pegiat media sosial dan Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando. Diduga ada beberapa orang yang menjadi provokator sehingga kericuhan terjadi. Juga ada dugaan bahwa provokator tersebut bukan dari kalangan mahasiswa. Hingga saat ini polisi masih mencari dalang dari kerusuhan tersebut.

“Malam ini tim akan bergerak. Saya berjanji akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran hukum dan mengusut siapa yang menjadi dalang dan memerintahkan semua ini terjadi,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadli Imran kepada beberapa media.

Diketahui, gelombang aksi demo mahasiswa 11 April 2022 juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Seperti di Palu, Bandung, Makassar, Semarang, Ambon, Manokwari, dan Samarinda. Aksi tersebut dilakukan di depan gedung DPRD masing-masing daerah.

Penegasan Presiden Jokowi Atas Wacana Penundaan Pemilu 2024

Sementara itu dalam rapat terbatas mengenai Pemilu yang diadakan di Istana Kepresidenan Bogor pada 10 April 2022, Presiden Jokowi memastikan bahwa tidak akan ada penundaan Pemilu 2024. Presiden meminta jajarannya memberitahu publik bahwa jadwal pelaksanaan pemilu dan pilkada sudah ditetapkan.

“Saya kira semua sudah tahu bahwa Pemilu akan diadakan pada 14 Februari 2024. Ini perlu dijelaskan agar tidak muncul spekulasi di masyarakat bahwa pemerintah menunda Pemilu atau perpanjangan jabatan Presiden dan tiga periode. Sudah jelas bahwa Pemilu dilaksanakan 14 Februari dan Pilkada di November 2024,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa persiapan Pemilu juga akan segera dilakukan mulai bulan Juni 2022 ini. Selain itu, Presiden meminta kepada jajarannya untuk melakukan edukasi politik yang masif pada masyarakat dan kontestan politik agar tidak terprovokasi pada kepentingan politik yang tidak bermanfaat.

Dalam rapat tersebut juga dibahas alokasi dana untuk Pemilu 2024. Diperkirakan anggaran sebesar 110,4 triliun rupiah yang dibagi yaitu KPU sebesar 76,6 triliun rupiah dan Bawaslu sebesar 33,8 triliun rupiah. Dana tersebut berasal dari APBN dan juga APBD.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini