Ilustrasi Penggunaan Rokok Elektrik/hellosehat.com

Sering dianggap aman, beberapa orang lebih memilih menggunakan rokok elektrik atau yang sering disebut vape daripada rokok tembakau. Bahkan penggunaan vape atau yang lain seperti pod menjadi gaya hidup beberapa anak muda jaman sekarang. Padahal pada kenyataannya, cairan dalam vape juga mengandung ekstrak tembakau.

Jadi bisa dibilang bahwa rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok tembakau biasa. Apa sajakah bahaya rokok elektrik bagi kesehatan?

  1. Mengganggu Perkembangan Otak

Rokok elektrik yang mengandung nikotin dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, terutama bagi remaja. Konsumsi nikotin berlebih dapat menyebabkan kerusakan bagian otak yang mengontrol perhatian, suasana hati, dan pembelajaran. Selain itu juga mempengaruhi munculnya ide-ide baru dan gangguan ingatan.

  1. Menyebabkan Penyakit Paru-Paru

Vape juga mengandung senyawa lain yaitu acrolein. Senyawa ini digunakan untuk membunuh gulma, namun dapat menyebabkan penyakit paru-paru akut dan juga asma.

Selain itu kandungan perasa dalam vape mengandung bahan kimia diacetyl. Senyawa ini jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan bahaya pada sel paru-paru.

  1. Munculnya Penyakit Kardiovaskular

Nikotin yang dihirup dari rokok elektrik dapat menyebabkan meningkatkan hormon adrenalin. Keadaan ini meningkatkan detak jantung agar darah dapat mengalir deras ke seluruh tubuh. Sayangnya ketika jantung dipaksa bekerja lebih keras, Anda beresiko mengalami serangan jantung dan kematian mendadak.

Rokok Tembakau VS Rokok Elektrik, Mana Yang Lebih Bahaya?

Beberapa orang menganggap bahwa penggunaan rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau biasa. Kenyataannya, keduanya tetap memiliki resiko yang serius pada kesehatan jika dikonsumsi dengan dosis yang tinggi dan sering. 

Pada beberapa vape, kandungan tembakau cukup rendah atau bahkan tidak ada. Namun hal ini tidak bisa menjadi tolok ukur bahwa vape lebih aman dari rokok tembakau. Kandungan dalam rokok elektrik yang lain seperti bahan kimia pada perasa dan bahan lain yang sudah disebutkan diatas juga sama berbahayanya. Apalagi jika dikonsumsi sering dan dalam jangka waktu yang lama. 

Jadi baik vape atau rokok tembakau sama-sama memiliki bahaya dan Anda tetap disarankan untuk tidak menggunakannya.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini