Banjir Malang Pada Maret 2022/bnpb.go.id

Hujan lebat yang turun sejak Minggu, 16 Oktober 2022 malam menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Malang tergenang banjir. Menurut data dari BPBD Kabupaten Malang, Banjir Malang ini menggenangi 5 kecamatan yaitu Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Pagak, dan Kecamatan Donomulyo.

“Saat ini tim relawan masih melakukan evakuasi kepada warga yang terdampak. Sementara tidak ada korban jiwa, hanya ada kerugian materiil. Banjir Malang disebabkan karena meningkatkan debit air sungai dan laut karena hujan turun sejak hari Minggu,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi.

Banjir yang menggenang beberapa wilayah ini memiliki ketinggian yang bervariasi. Bahkan di salah satu desa bernama Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan ketinggian banjir disebut mencapai 1,5-2 meter. Sayangnya desa ini juga menjadi desa yang sempat terisolasi. Padahal ada empat dusun di dalam desa tersebut yaitu Dusun Krajan Tengah, Dusun Krajan Barat, Dusun Krajan Timur, dan Dusun Rowotrate.

BPBD Kabupaten Malang menyebutkan hingga Senin (17/10) sore, pihaknya belum mengetahui keadaan warga di Desa Sitiarjo terutama Dusun Rowotrate yang memiliki ketinggian banjir paling tinggi. Namun, BPBD mengatakan bahwa warga di Dusun tersebut sudah terlatih menghadapi banjir dan upaya evakuasi akan terus dilakukan.

Selain banjir Malang, tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah yaitu Dusun Sri Mulyono dan Dusun Sukodono, Kecamatan Dampit. Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dari bencana tanah longsor tersebut. Namun berdasarkan data dari BPBD, sebanyak 265 KK dan 1.483 jiwa terdampak akibat banjir dan tanah longsor ini.

Penyebab Banjir Malang

Wakil Bupati Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengungkapkan penyebab banjir Malang daerah Selatan dan tanah longsor adalah karena banyak lahan gundul di perbukitan. Lahan gundul tersebut ada di sekitar beberapa titik bencana seperti Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Dampit.

Selain Malang daerah Selatan, Didik juga menyebutkan lahan gundul ada di Malang daerah Timur tepatnya di atas Sumber Pitu, Tumpang. Meskipun begitu, banjir yang terjadi saat ini disebut sudah ditangani dan sudah dikendalikan oleh tim BPBD. Sementara itu masalah lahan gundul akan menjadi perbincangan bagi pemerintah daerah setempat dan juga beberapa stakeholder terkait.

“Masalah lahan gundul harus kita selesaikan bersama-sama. Langkah yang akan dilakukan kedepan adalah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait seperti KLHK, sehingga ditemukan solusi untuk mencegah bencana serupa terjadi lagi,” ujar Didik.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini