Polsek Astana Anyar Diberi Garis Polisi/polri.go.id

Sebuah bom meledak di Polsek Astana Anyar, Bandung pada 7 Desember 2022 sekitar pukul 08.20 WIB. Diketahui bom tersebut merupakan bom bunuh diri yang diledakkan oleh seorang pria. Pria tersebut tiba-tiba menerobos masuk ke dalam Polsek dengan mengacungkan senjata tajam saat para personel sedang melaksanakan apel pagi.

“Para anggota menghindar dan seketika ada ledakan. Sekarang pelaku yang membawa bom tersebut meninggal dunia di tempat. Sementara ada anggota polisi yang terluka dan saat ini sudah dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Polri,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung.

Dalam peristiwa meledaknya bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, sebanyak 11 orang menjadi korban. 10 orang berasal dari anggota polisi dan satu orang lainnya merupakan warga sipil yang sedang melintas. Salah satu anggota polisi yang menjadi korban telah meninggal dunia atas nama Aiptu Sofyan.

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung menutup Polsek Astana Anyar dengan garis polisi dan melakukan sterilisasi pada jarak 200 meter. Selain itu, polisi juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi terkait dengan peristiwa bom bunuh diri tersebut.

“Sekarang anggota sedang fokus dalam melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan sekitarnya serta mengumpulkan keterangan para saksi dan penyelidikan lainnya. Sementara itu, olah TKP dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Setelah melakukan penyelidikan, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar telah diketahui identitasnya. Pelaku merupakan seorang pria bernama Agus Sujanto alias Abu Muslim. Identitas diketahui dari hasil sidik jari dan face recognition yang identik dengan ciri-ciri pelaku.

“Agus merupakan mantan narapidana teroris. Ia pernah ditahan di lapas kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan selama empat tahun terkait dengan kasus terorisme dan dibebaskan pada Maret 2021 lalu. Agus juga teridentifikasi masuk dalam jaringan JAD Bandung,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri juga menjelaskan bahwa saat melakukan olah TKP, ditemukan belasan kertas yang bertuliskan protes mengenai rancangan RKUHP yang baru saja disahkan. Di dalam kertas tersebut tertulis masalah zina dan yang lainnya. Namun temuan tersebut saat ini masih didalami termasuk juga latar belakang pelaku melakukan bom bunuh diri. Sementara itu pasca bom di Astana Anyar, pengamanan di sejumlah kantor polisi diperketat.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini