Ilustrasi Bom Meledak di Turki/pixabay.com

Sebuah bom meledak di kawasan Istiklal Avenue, Turki pada Minggu, 13 November 2022 pada pukul 13.30 waktu setempat. Kawasan tersebut merupakan kawasan ramai pengunjung dan pejalan kaki di Turki. Saat ledakan bom terjadi, para pejalan kaki langsung berhamburan melarikan diri. Seorang saksi mata juga menuturkan, sempat terjadi sedikit guncangan saat ledakan dan suaranya sangat memekikkan telinga.

Akibat ledakan tersebut, dikabarkan enam orang meninggal dunia dan 81 lainnya luka-luka. Salah seorang pegawai pemerintahan dan anaknya juga dikabarkan menjadi korban bom meledak tersebut. Sementara ini, ledakan bom diduga merupakan bom bunuh diri yang diledakkan oleh seorang perempuan dan diledakkan dari jarak jauh.

“Ada seorang perempuan yang duduk di sekitar tempat kejadian selama 40 menit. Kemudian dia terlihat pergi beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan sebuah tas. Beberapa menit setelahnya ledakan terjadi,” ujar Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag.

Setelah kejadian tersebut, kepolisian Turki memberi kabar baik bahwa pelaku pengeboman telah ditangkap. Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam sejak bom meledak di Istiklal Avenue. Pelaku merupakan seorang perempuan yang diduga berasal dari Partai Pekerja Kurdi. Partai Pekerja Kurdi dianggap sebagai teroris oleh negara Turki.

Serangan bom ini mendapatkan kecaman dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Hal ini disampaikannya sebelum berangkat menuju ke KTT G20 yang dilaksanakan di Bali, Indonesia. Erdogan menyampaikan bahwa menurut perkembangan awal dan penyelidikan intelijen, serangan bom ini adalah sebuah unsur terorisme.

Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Bom Meledak di Turki?

Setelah menangkap pelaku pengeboman, pemerintah Turki sedikit mengungkap identitas pelaku. Pemerintah menyebut bahwa pelaku adalah seorang perempuan Suriah yang bekerja untuk militan Kurdi. Akibat penangkapan perempuan tersebut, pemerintah juga menyebut bahwa Partai Pekerja Kurdi menjadi kelompok yang bertanggung jawab atas bom meledak di Istiklal Avenue. 

Kelompok ini disebut masuk ke dalam daftar hitam kelompok teroris oleh Ankara dan sekutu baratnya. Partai Pekerja Kurdi disebut telah melancarkan serangan terorisme sejak tahun 1980-an. Bahkan Partai Pekerja Kurdi sempat disebut mendalangi teror pada tahun 2016 di tempat yang sama dan menewaskan hampir 500 orang.

“Kami mempercayai bahwa serangan tersebut diperintahkan dari Kobane (kota di Suriah yang berbatasan langsung dengan Turki),” ujar Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu.

Kejadian tersebut membuat warga Turki berduka. Setelah TKP dibersihkan oleh petugas, beberapa masyarakat meletakkan bunga anyelir merah di tempat terjadinya ledakan. Beberapa juga disebut terlihat menangis dan menyeka air matanya. Kejadian ini menimbulkan ketakutan dalam hati masyarakat, apalagi akan diadakan pemilihan pada bulan Juni tahun depan.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini