Bus Terbakar di Tol Pandaan, Malang/korlantas.polri.go.id

Sebuah bus pariwisata Al Mubarok dengan nomor polisi K 1670 EW terbakar di Ruas Tol Pandaan, Malang KM 60.800 pada 6 Maret 2022 pukul 07.25 WIB. Bus tersebut berisikan 48 penumpang termasuk dengan sopir. Bus terbakar tersebut mengalami korsleting arus listrik di bagian belakang bodi bus sehingga keluar percikan api.

“Kendaraan bus tersebut awalnya berjalan di lajur satu dengan kecepatan sedang setelah melaksanakan rekreasi di Yogya. Kemudian tiba-tiba bagian belakang bus mengeluarkan percikan api yang terlihat dari spion bus. Bus kemudian berhenti di bahu jalan tol dan seluruh penumpang turun,” ujar Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Dwi Sumrahadi.

Dwi menambahkan penumpang sempat panik namun akhirnya semua dapat dievakuasi dan tidak ada korban jiwa. Penumpang dan sopir sempat berusaha memadamkan api menggunakan 8 APAR yang ada, namun api tidak dapat dipadamkan. Kemudian pemadaman dibantu oleh Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pasuruan dan api padam pada pukul 08.00 WIB.

Api yang berkobar membakar seluruh bagian kerangka bus. Bus terbakar habis di lajur darurat usai melaju dari arah utara ke selatan atau dari Surabaya ke Malang. Saat ini bangkai bus sudah dievakuasi ke kantor Tol Purwodadi Pasuruan.

“Meskipun sempat mengakibatkan kemacetan yang mengular sepanjang 2 kilometer, namun arus lalu lintas sudah berangsur-angsur normal. Arus lalu lintas diatur oleh petugas kepolisian dan petugas tol dari Jasa Marga. Para pengemudi diminta mengambil jalur kanan,” ujar Kanit PJR IV Polda Jawa Timur, Iptu Sudirman.

Bus Terbakar Diduga Karena Penumpang Ngecas Power Bank

Polisi hingga saat ini masih menyelidiki penyebab terbakarnya Bus PO Al Mubarok di Tol Pandaan, Malang. Dugaan sementara, percikan api muncul karena ada penggunaan arus daya yang tidak sesuai pada bus tersebut. Beberapa sumber menyebutkan ada penumpang yang ngecas power bank di bagian bagasi atas bus.

“Belum ada pengecekan secara detail mengenai kejadian tersebut. Namun, bisa jadi memang karena penggunaan arus daya yang tidak sesuai sehingga menyebabkan overheat pada kabel USB Port yang ada di bus,” ujar Export Manager Karoseri Laksana, Werry Yulianto.

Werry menambahkan bahwa USB Port yang ada di bus dapat digunakan untuk mengisi daya ponsel. Meskipun juga dapat digunakan untuk mengisi daya power bank, namun hal tersebut dilarang. Hal ini karena baterai dari power bank tidak diketahui kualitasnya. Sehingga saat diisi dayanya bisa saja jadi terlalu panas dan kemudian terbakar.

Kapasitas power bank yang besar membuat daya listrik bus menjadi lemah. Panas yang dihasilkan saat mengisi daya di power bank inilah yang berbahaya dan dapat menyebabkan kebakaran. Selain itu terkadang kebakaran terjadi karena penumpang lupa mencabut pengisi daya pada power bank atau ponselnya.

Penulis: Serafina Indah Chrisanti

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini