Ilustrasi Pendataan Non ASN 2022/pendataan-nonasn.bkn.go.id

Pemerintah kembali membuka pendataan Non ASN 2022 yang akan berakhir pada 31 Oktober 2022. Pendataan ini sejalan dengan amanat PP Nomor 49 Tahun 2018 yang mewajibkan status kepegawaian di instansi pemerintah terdiri dari dua jenis kepegawaian yaitu PNS dan PPPK. Oleh karenanya, tenaga honorer harus dihapus. 

Oleh karena itu, para pegawai di instansi pemerintahan yang saat ini statusnya masih honorer harus mempersiapkan diri. Beberapa syarat pendataan Non ASN 2022 mengacu pada Surat Menteri PANRB Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 adalah sebagai berikut:

  1. Berstatus sebagai tenaga honorer kategori II (THK-II) yang terdaftar dalam database BKN
  2. Pegawai non-ASN yang bekerja di instansi pemerintah
  3. Berusia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 56 tahun pada 31 Desember 2021 dan masih bekerja aktif saat pendaftaran non-ASN
  4. Tenaga honorer diangkat paling rendah oleh pimpinan unit kerja dan telah bekerja paling singkat 1 tahun pada 31 Desember 2021
  5. Pembayaran gaji menggunakan APBN (instansi pusat) dan APBD (instansi daerah) bukan melalui mekanisme pengadaan barang/jasa, individu, atau pihak ketiga

Setelah memastikan Anda memenuhi syarat pendataan non ASN 2022 ini, Anda harus mempersiapkan beberapa dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran. Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan adalah KTP atau surat keterangan dari Disdukcapil, Kartu Keluarga, Ijazah, Pas Foto (format jpg/jpeg), Swafoto atau selfie, Surat Keputusan (SK) Jabatan, dan Bukti Pembayaran Gaji.

Untuk mendaftarkan diri, Anda harus memiliki akun yang dapat Anda buat melalui website https://daftar-pendataan-nonasn.bkn.go.id/akun. Sebelumnya pastikan bahwa data Anda sudah didaftarkan oleh Admin Instansi masing-masing. Jika belum didaftarkan, silahkan untuk melapor pada instansi masing-masing.

Alur Pendataan Non ASN 2022

Untuk dapat terdaftar dalam pendataan Non ASN 2022, para calon pendaftar harus mengikuti alur berikut ini:

  1. Admin/Operator instansi mendaftarkan tenaga Non ASN yang masih bekerja sampai saat ini dan memenuhi syarat berdasarkan peraturan. Dalam prosesnya, instansi wajib: melakukan verifikasi dan validasi data yang diinput dan dilengkapi oleh tenaga Non ASN, melakukan finalisasi hingga batas waktu yang telah ditentukan, mengunggah Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) sebagai hasil akhir pendataan tenaga Non ASN
  2. Setelah didaftarkan instansi, tenaga Non ASN wajib membuat akun pendaftaran
  3. Lakukan registrasi agar dapat memonitor, mengkonfirmasi, dan melengkapi riwayat kerja tenaga Non ASN masing-masing
  4. Cetak hasil resume berupa kartu pendaftaran Non ASN
  5. Proses melengkapi riwayat oleh tenaga Non ASN akan berhenti ketika instansi sudah melakukan finalisasi

Informasi selengkapnya mengenai pendataan Non ASN 2022 dapat Anda lihat melalui Buku Panduan.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini