Gempa di Probolinggo/instagram.com @infobmkg

Gempa bumi mengguncang Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada 23 November 2022 pukul 17.45 WIB. Episentrum gempa dengan kekuatan 4,1 SR ini berada di 14 km Timur Laut Kabupaten Probolinggo dengan kedalaman hanya 6 km. Beruntungnya BMKG menyebutkan bahwa guncangan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Di Probolinggo sendiri, guncangan gempa dirasakan di lima kecamatan yaitu Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Paiton, Kecamatan Pakuniran, Kecamatan Besuk, dan Kecamatan Kotaanyar. Tidak hanya itu, getaran gempa juga dirasakan di wilayah Situbondo dengan kekuatan II-III MMI dan di wilayah Bondowoso dengan kekuatan I-II MMI.

“Saat ini BPBD masih berada di wilayah yang merasakan getaran gempa. Kiranya masyarakat tetap waspada, namun tidak perlu panik karena gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo.

Namun getaran gempa 4,1 SR ini menyebabkan tiga rumah warga mengalami rusak ringan. Tiga rumah warga tersebut berada di Desa Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Probolinggo. Sementara itu belum ada laporan mengenai kerusakan berat dan BPBD masih melakukan asesmen dan pendataan di wilayah terdampak. Beruntungnya juga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Gempa yang terjadi ini merupakan gempa daratan yang dangkal karena kedalamannya hanya 6 km. Selain itu Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates, Mamuri, mengatakan bahwa gempa terjadi karena dipicu Sesar Probolinggo. Hal ini terlihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Mengenal Secara Singkat Sesar Probolinggo

Berdasarkan para ahli, di Jawa sendiri struktur geologi didominasi oleh sesar geser dan sesar naik dengan sesar turun sebagai minor. Sesar Probolinggo sendiri terletak di Jawa bagian Timur dan berbentuk sistem patahan turun. Selain itu, di Jawa bagian Timur juga ada sesar lain seperti Sesar Pasuruan dan Sesar Baluran.

Sesar Probolinggo sendiri memanjang dari timur laut ke barat daya dengan potongan gawir sesar. Gawir sesar sendiri adalah tebing curam yang terbentuk akibat sesar yang baru. Biasanya disertai dengan perpindahan secara vertikal. Gawir sesar di sesar ini memotong endapan lepas gunung api dari Gunung Argopuro yang sudah berumur Pleistosen (2.588.000-11.500 tahun lalu).

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini