Dampak Kerusakan Akibat Gempa Cianjur/bnpb.go.id

Gempa dengan magnitudo 5,6 SR mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022 sekitar pukul 13.21 WIB. Gempa Cianjur tersebut berpusat di darat dengan koordinat 10 KM barat daya Kabupaten Cianjur. Kekuatan gempa dirasakan sangat kuat di Cianjur selama 10-15 detik dengan kekuatan sebesar V-VI MMI. BMKG menyebut guncangan terjadi karena adanya aktivitas Sesar Cimahi.

Sementara itu, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa gempa Cianjur menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Akibat kejadian pasca gempa itu, Letjen TNI Suharyanto memasrikan bahwa BNPB sudah mengirimkan bala bantuan.

“Pendataan jumlah korban terus dilakukan terutama di Kabupaten Cianjur. Sementara ini, di Kabupaten Cianjur ada 17 orang meninggal dunia dan 19 orang lain mengalami luka berat. Saat ini, BNPB akan menempatkan satu unit helikopter untuk proses evakuasi, darurat bencana, dan distribusi logistik,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

Sementara itu untuk seluruh wilayah terdampak, dilaporkan ada 56 orang meninggal dunia yang 40 diantaranya adalah anak-anak. Selain itu, 700 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Suharyanto mengatakan kemungkinan banyaknya korban disebabkan karena bangunan yang terdampak tidak tahan gempa sehingga banyak yang tertimpa reruntuhan bangunan. 

Selain korban jiwa, guncangan gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan bangunan. Bangunan yang dikabarkan rusak per tanggal 21 November 2022 pukul 16.15 WIB yaitu adalah sebagai berikut:

  1. 343 unit rumah rusak berat
  2. 1 unit pondok pesantren
  3. RSUD Cianjur rusak sedang
  4. 4 unit gedung pemerintah
  5. 3 unit fasilitas pendidikan
  6. 1 unit sarana ibadah
  7. 1 unit toko
  8. 1 unit cafe

Dampak Lain Gempa Cianjur

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono menyebutkan bahwa Gempa Cianjur ini adalah gempa yang merusak. Hal ini disebabkan karena Cianjur masuk ke dalam kawasan seismik aktif dan kompleks yang rawan gempa. Wilayah tersebut juga merupakan wilayah yang ditemukan banyak sesar-sesar sehingga rawan terjadi gempa dangkal. 

Gempa dangkal inilah yang diduga menyebabkan banyak sekali korban berjatuhan dan bangunan-bangunan yang rusak. Selain itu, guncangan gempa juga menyebabkan beberapa jalan terputus dan terjadi tanah longsor. Tanah longsor terjadi di jalur utama Cipanas dan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Hingga saat ini BNPB dan BPBD setempat masih berusaha melakukan upaya evakuasi.

Tidak hanya di Cianjur, guncangan gempa juga dirasakan di wilayah DKI Jakarta dengan kekuatan II-III MMI. Akibat guncangan gempa yang dirasakan di Jakarta, BPBD setempat menyebutkan terjadi retakan di Gedung Ancol Mansion yang berada di wilayah Jakarta Utara.

“Retakan di Gedung Ancol Mansion terjadi di ruang lift lantai 50, ruang lift lantai 51, tangga darurat, dan parkit di lantai LG. Tidak ada korban jiwa dan pengungsi di wilayah Jakarta, namun kerugian masih dalam proses pendataan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini