Pembangkit Gempa Mentawai/twitter.com @DaryonoBMKG

Gempa bumi tektonik mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada 29 Agustus 2022. Gempa Mentawai ini terjadi beberapa kali, gempa pertama terjadi pada pukul 05.34 WIB dengan magnitudo 5,9 SR sedangkan gempa kedua terjadi pada pukul 10.29 WIB dengan magnitudo 6,4 SR. Kedua gempa tersebut sama-sama dirasakan oleh masyarakat, namun BMKG menyebutkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Gempa Mentawai yang kedua dilaporkan terjadi pada 161 km Barat Laut Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa dirasakan di beberapa daerah seperti Solok Selatan, Kabupaten Solok, Bukittinggi, Padang Panjang dengan kekuatan II-III MMI, Padang dengan kekuatan III MMI, Painan dan Tuapejat dengan kekuatan III-IV MMI, dan Siberut dengan kekuatan IV-V MMI.

“Pagi ini terjadi gempa Siberut, Mentawai dengan magnitudo 5,8 SR di segmen megathrust Mentawai-Siberut. Segmen ini merupakan satu-satunya segmen megathrust yang belum lepas dengan magnitudo tertarget 8,9 SR,” ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Daryono menambahkan bahwa berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempa Mentawai memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Selain itu gempa ini juga terjadi sebanyak tiga kali, sebelum yang disebutkan diatas guncangan gempa juga terasa pada pukul 00.04 WIB dengan magnitudo 4,9 SR. Bahkan dikabarkan ada gempa susulan yang tercatat dengan magnitudo 3,8 SR.

Setelah guncangan gempa Mentawai terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera turun ke lapangan untuk melakukan monitoring. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban luka-luka atau korban jiwa. Namun dilaporkan terjadi beberapa kerusakan di Siberut berupa retakan di dinding dan juga beberapa bagian langit-langit di beberapa gedung.

Dua Gempa Mentawai Terdahulu Yang Berkekuatan Besar

Sebelumnya, Mentawai pernah diguncang gempa dengan kekuatan besar. Gempa berkekuatan besar pertama terjadi pada 25 Oktober 2010 dengan magnitudo 7,2 SR. Guncangan gempa yang terjadi selama 30 detik ini memicu terjadinya tsunami dengan tinggi gelombang 1-15 meter yang menerjang Kepulauan Pagai-Mentawai.

Gempa dan tsunami ini menyebabkan adanya 400 korban jiwa dan 15 ribu orang lainnya harus mengungsi. Selain itu, pulau-pulau kecil yang ada di Pagai Selatan luluh lantak dan terpenggal. Vegetasi pantai seperti pasir dan juga pohon kelapa ikut hilang terbawa arus tsunami. Peristiwa ini sempat membuat psikologis masyarakat terguncang, apalagi jika ada gempa di daerah mereka.

Namun segmen megathrust yang ada di Kepulauan Mentawai nampaknya masih sangat aktif. Gempa Mentawai dengan kekuatan besar terjadi lagi pada 17 November 2020 dengan magnitudo 6,3 SR. Guncangan gempa ini membuat warga panik dan langsung mengevakuasi diri ke bukti yang tinggi. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam gempa ini.

Sadar akan potensi bencana di wilayahnya, BPBD Kabupaten Mentawai bersama BNPB dan UGM telah memasang sistem peringatan dini tsunami di wilayah Siberut pada November 2020. Dengan pemasangan sistem peringatan dini ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan meningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini