Awan Panas Guguran Gunung Semeru/twitter.com @BNPB_Indonesia

Gunung Semeru mengalami erupsi pada 4 Desember 2022 pukul 02.46 WIB dengan tinggi kolom abu yang teramati kurang lebih 1.500 meter diatas puncak. Dalam erupsi kali ini, Semeru memuntahkan awan panas guguran (APG) sejauh 11 km. Selain itu kolom abu yang dikeluarkan teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. 

“Untuk sementara ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tenang untuk mencari titik aman. Tim BPBD menuju lokasi terdampak seperti sektoral Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, imbauan, dan membagikan masker,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lumajang, Joko Sambang.

Akibat erupsi ini, sebanyak kurang lebih 1.979 warga terdampak. Adapun warga yang terdampak berasal dari beberapa desa seperti:

  1. Desa Capiturang dan Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo
  2. Desa Sumbersari, Kecamatan Rowokangkung
  3. Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro
  4. Desa Pasirian

Ribuan warga yang terdampak erupsi tersebut sudah mengungsi ke 11 titik aman yang ditetapkan BPBD setempat.

Untuk saat ini, level aktivitas Gunung Semeru sudah mencapai ke level IV atau Awas. Satu hari sebelumnya pada tanggal 3 Desember 2022, status Semeru adalah Siaga. Saat itu, Semeru sudah menunjukkan aktivitas dengan terjadinya erupsi pada 3 Desember 2022 pukul 05.20 WIB dengan tinggi kolom kurang lebih 500 meter diatas puncak.

Bahkan aktivitas erupsi Gunung Semeru ini sempat membuat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan kemungkinan terjadinya tsunami akibat erupsi Semeru. Otoritas Jepang sempat menyebut akan adanya kemungkinan tsunami yang akan mencapai Prefektur Okinawa pada pukul 14.30 waktu setempat. Beruntungnya beberapa saat setelahnya, otoritas Jepang mencabut kemungkinan tersebut.

Peringatan PVMBG Bagi Warga Setelah Gunung Semeru Berstatus Awas

Sehubungan dengan peningkatan status Gunung Semeru dari Siaga menjadi Awas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa himbauan bagi masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan.

Himbauan yang harus dipatuhi adalah sebagai berikut:

  1. Mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG
  2. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)
  3. Diluar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak
  4. Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)
  5. Mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di Gunung Api Semeru terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini