Ilustrasi Penyakit HIV/AIDS di Bandung/alodokter.com

Baru-baru ini Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung mencatatkan sebanyak 6,79% atau 414 mahasiswa di Bandung positif HIV/AIDS. Sementara itu pada tahun 2021, tercatat ada 12.358 warga yang terinfeksi HIV dan memeriksakan diri di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut 5.943 diantaranya adalah warga Bandung yang masih ada dalam usia produktif.

“Ada sebesar 44,84 persen yang terinfeksi HIV/AIDS dengan rentang usia 20-29 tahun. Usia yang masih muda banget. Tentu infeksi pertama yang menyerang adalah HIV dan jika tidak segera ditangani maka akan berlanjut kepada AIDS,” ujar Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung, Sis Silvia Dewi kepada beberapa media.

Selain mahasiswa, KPA Kota Bandung juga melaporkan adanya ibu rumah tangga yang juga terinfeksi HIV. Dari 5.943 warga Bandung yang positif HIV/AIDS, disebutkan 664 diantaranya adalah para ibu rumah tangga. Mereka diduga tertular dari suaminya yang berhubungan dengan wanita lain tanpa alat pengaman.

Berdasarkan data tersebut, Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melakukan pengetesan HIV/AIDS terhadap pasangan yang akan menikah. Silvia mengatakan bahwa Pemkot Bandung sudah memiliki surat edaran yang ditujukan kepada pasangan yang menikah agar melakukan pemeriksaan HIV. Selain pemeriksaan HIV juga ada pemeriksaan terkait penyakit menular, penyakit tidak menular, TBC, dan lain-lain.

“Tes juga dilakukan untuk ibu hamil, ada tes triple eliminasi, hepatitis, sipilis, dan juga HIV. Untuk ibu yang positif akan diberi ARV, diberi obat agar tidak menular ke calon bayinya. Ketika calon bayi sudah lahir juga akan diberi obat untuk meminimalisir penularan,” ujar Silvia.

Penyebab dan Gejala Penyakit HIV/AIDS

Penyakit HIV/AIDS diawali dengan adanya penularan HIV yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Jika tidak diobati, HIV akan semakin memburuk dan berkembang menjadi AIDS. Penularan HIV dapat terjadi melalui seks vaginal atau anal, jarum suntik, dan transfusi darah.

Biasanya HIV/AIDS disebabkan karena seseorang sering berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman, menggunakan jarum suntik bersama-sama, dan melakukan pekerjaan yang mengharuskan kontak dengan cairan tubuh manusia lain tanpa alat pengaman yang memadai.

Gejala HIV dan AIDS disebut susah dideteksi tanpa pengecekan langsung kepada dokter. Namun biasanya penderita akan mengalami:

  1. Flu ringan pada 2-6 minggu setelah terinfeksi
  2. Diare kronis
  3. Pneumonia (peradangan paru-paru)
  4. Toksoplasmosis otak (infeksi pada otak karena parasit)

Jika sudah merasakan gejala tersebut, lebih baik Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon