Informasi Umum Fenomena Alam Indonesia Akan Alami Gerhana Bulan Total Pada Oktober 2022

Indonesia Akan Alami Gerhana Bulan Total Pada Oktober 2022

Fenomena Gerhana Bulan Total/lapan.go.id

Berbagai fenomena alam kadang terjadi dan dapat dilihat di Indonesia. Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) RI, pada tanggal 8 Oktober 2022 ini Indonesia akan mengalami salah satu fenomena alam yaitu Gerhana Bulan Total. 

Jadwal terlihatnya fenomena alam ini adalah sebagai berikut:

  1. Awal Sebagian: 16.09 WIB/17.09 WITA/18.09 WIT

Dapat dilihat dari Papua, Papua Barat, P. Seram, P. Halmahera, Kep. Aru, Kep. Ai, dan Kep. Tanimbar

  1. Awal Total: 17.16 WIB/18.16 WITA/19.16 WIT

Dapat dilihat dari Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi, NTT, NTB, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kapuas Hulu

Kemudian puncak gerhana akan terjadi pada pukul 18.59 WIB dan hanya dapat dilihat di seluruh Indonesia kecuali wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, dan Bengkulu.

“Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh bayangan umbra Bumi menutupi permukaan bulan. Nah pada saat itu matahari, bulan, dan bumi berada di satu garis yang sama,” ujar LAPAN dalam laman resminya https://www.lapan.go.id/.

Proses gerhana ini terjadi ketika posisi bulan berada di sisi yang berlawanan dengan sisi bumi yang mengalami siang hari. Sinar matahari akan menempuh lintasan yang lebih panjang daripada sisi bumi yang mengalami siang hari. Kemudian sinar matahari yang sampai ke bulan akan dibiaskan ke panjang gelombang yang lebih panjang dalam spektrum cahaya tampak yaitu spektrum merah. 

Untuk gerhana bulan yang akan terjadi pada 8 Oktober 2022 nantinya dapat disaksikan dari arah Timur Laut. Setelah fase tersebut, gerhana bulan total akan dapat teramati lagi di Indonesia pada 8 September 2025, 3 Maret 2026, Malam tahun baru 2029, 21 Desember 2029, 26 April 2032, dan 18 Oktober 2032.

Sementara itu BMKG mengungkapkan bahwa fenomena gerhana ini akan mempengaruhi situasi di Bumi, terutama untuk pasang surut air laut. Hal ini disebabkan karena saat terjadi gerhana, efek kombinasi gravitasi Bulan dan Matahari pada pasang surut air laut sedang maksimum. Namun, pasang surut air laut juga dipengaruhi oleh kondisi fisik pantai.

Tiga Gerhana Lain di Tahun 2022 Selain Gerhana Bulan Total

Selain gerhana bulan total, ada tiga gerhana lain yang terjadi sepanjang tahun 2022. Namun fenomena tersebut tidak dapat diamati dari Indonesia. Tiga gerhana lain tersebut adalah:

  1. Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana ini sudah terjadi pada tanggal 1 Mei 2022. Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari Pasifik Tenggara dan sebagian Amerika Selatan. Gerhana matahari sebagian bertepatan dengan konjungsi akhir bulan Ramadhan 1443 H.

  1. Gerhana Bulan Total

Fenomena ini juga pernah terjadi pada tanggal 16 Mei 2022. Sayangnya fenomena di bulan Mei ini hanya dapat disaksikan dari Benua Amerika, Eropa, Afrika, Timur Tengah (kecualii Iran bagian timur), Selandia Baru, dan sebagian besar Oseania.

  1. Gerhana Matahari Sebagian

Fenomena ini akan kembali terjadi pada bulan Oktober 2022 tepatnya tanggal 25. Namun gerhana matahari sebagian ini hanya dapat disaksikan di Benua Eropa (kecuali  Portugal dan Spanyol bagian Barat-Selatan), Somalia (kecuali bagian Selatan), Mesir, Timur Tengah, Asia Tengah, dan beberapa bagian lain kecuali Indonesia.

Penulis: Serafina Indah Chrisanti

Editor: Sebastian Simbolon

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini