Ilustrasi Pinjol Yang Menjerat Ratusan Mahasiswa IPB/rangkulteman.com

Sebanyak kurang lebih 116 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dikabarkan terjerat hutang di pinjaman online atau pinjol. Hal tersebut dibenarkan oleh Rektor IPB, Profesor Arif Satria dalam keterangannya. Namun dalam keterangan tersebut Profesor Arif mengatakan bahwa kasus pinjol mahasiswa IPB ini bukan kasus karena pinjaman pribadi.

“Kasus ini sebenarnya bukan kasus mahasiswa IPB yang membeli barang kemudian tidak bisa bayar, bukan kasus seperti itu. Namun kasus ini merupakan sebuah penipuan yang luar biasa,” ujar Profesor Arif Satria.

Profesor Arif Satria menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika para mahasiswa tergiur oleh tawaran kakak tingkat untuk bergabung dalam sebuah usaha. Kebanyakan mahasiswa yang tergiur adalah mereka yang membutuhkan dana untuk acara kemahasiswaan. Salah satu mahasiswa berinisial SN mengatakan ia dan kawan-kawannya tergiur karena membutuhkan dana saat menjadi divisi sponsor pada salah satu acara di Agustus 2022.

Saat itu SN mengatakan diajak kakak tingkatnya untuk mengikuti usaha dan dipertemukan oleh terduga pelaku penipuan. Para mahasiswa IPB yang mengikuti usaha tersebut diminta untuk membeli barang dari toko online pelaku dengan iming-iming keuntungan 10% setiap transaksinya.

“Pelaku meminta mahasiswa membeli barang dari toko online pelaku, jika mahasiswa tidak punya uang maka pelaku meminta mahasiswa meminjam secara online. Belakangan diketahui aplikasi yang digunakan bukan aplikasi pinjol tapi perusahaan pembiayaan. Jadi batang yang ditawarkan fiktif namun uang mengalir ke pelaku,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing.

Akibat penipuan ini, ratusan mahasiswa IPB menanggung beban hutang pinjol hingga puluhan juta per orangnya. Merasa dirugikan, para mahasiswa melaporkan kasus ini ke kepolisian. Selain itu, pihak kampus juga membantu dengan membuka posko pengaduan dan memberikan bantuan hukum.

Terduga Pelaku Penipuan Terhadap Mahasiswa IPB

Setelah mendalami, terdapat satu inisial terduga pelaku penipuan yaitu SAN. SAN disebut bukan merupakan mahasiswa IPB maupun alumni IPB. Tidak hanya di IPB saja, diduga SAN juga melakukan aksinya pada mahasiswa di universitas yang lain. Tindakannya ini membuat para mahasiswa diteror oleh hutang pinjol.

Untungnya, pihak kepolisian mengatakan bahwa akan segera memanggil SAN meskipun berkas belum lengkap. Hal ini disampaikan oleh Wakapolres Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan. AKBP Ferdy mengungkap bahwa pemanggilan SAN akan segera dilakukan karena laporan yang masuk ke kepolisian sudah cukup menjadi bukti kuat.

“Saya sudah meminta penyidik untuk panggil terduga pelaku secepat mungkin. Artinya tidak usah menunggu semua laporan lengkap, dengan catatan ada satu laporan yang sudah cukup bukti. Kita gunakan hal tersebut sebagai percepatan agar minimal kita dapat mengamankan orangnya terlebih dahulu,” ujar AKBP Ferdy.

AKBP Ferdy menambahkan akan serius menangani kasus tersebut agar terduga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini pihak penyidik masih fokus pada pengumpulan alat bukti. Pemanggilan terduga pelaku SAN disebut akan diusahakan terlaksana pada minggu depan.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini