ANS Kosasih, Dirut PT. Taspen/swa.co.id

Usai menjadi sorotan karena terus mengawal kasus pembunuhan Brigadir Yosua sebagai pengacara, Kamaruddin kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini sorotan tertuju kepada Kamaruddin setelah mengungkapkan bahwa dirinya memiliki banyak bukti terkait keterlibatan Dirut PT. Taspen, ANS Kosasih dalam pengelolaan dana capres.

“Dirut PT. Taspen mengelola dana sebesar 300 triliun rupiah, ia mengelola dana tersebut bersama wanita-wanitanya. Dana tersebut digunakan untuk persiapan Capres di Pemilu 2024 mendatang. Saya ada bukti dan sudah saya investigasi keuangannya,” ujar Kamaruddin kepada beberapa media.

Kamaruddin melanjutkan bahwa ANS Kosasih mengelola dana capres tersebut dengan cara dititipkan kepada wanita-wanita simpanannya untuk diinvestasikan. Kemudian ANS Kosasih akan mendapatkan cashback dari pengelolaan dana tersebut. Selain itu, Kamaruddin menyebut bahwa Dirut PT. Taspen menyembunyikan wanita-wanita simpanannya di apartemen yang ada di Jakarta salah satunya di Jakarta Barat.

Dalam kasus ini, Kamaruddin mengaku bahwa dirinya sudah melaporkan kepada Presiden, Wakil Presiden, dan beberapa menteri. Namun laporan yang ditulisnya melalui surat tersebut mendapatkan respon yang pasif. Sampai saat ini, Kamaruddin masih terus memperjuangan laporannya tersebut.

Kasus ini mendapatkan tanggapan dari PT. Taspen sendiri sebagai perusahaan yang disangkut pautkan. Penasihat hukum PT. Taspen, Yusril Ihza Mahendra membantah bahwa perusahaan dan Dirut PT. Taspen mengelola dana untuk kepentingan calon presiden. Menurutnya PT. Taspen selalu menerapkan tata kelola perusahaan yang baik berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.

Dirut PT. Taspen Ancam Polisikan Kamaruddin

Adanya tuduhan yang diarahkan kepada ANS Kosasih selaku Dirut PT. Taspen membuat yang bersangkutan menyiapkan langkah-langkah untuk melawan Kamaruddin. Diberitakan bahwa ANS Kosasih juga akan melaporkan balik Kamaruddin kepada kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum ANS Kosasih, Duke Arie Widagdo.

“Tuduhan tersebut tentu tidak benar. Kami sebagai tim kuasa hukum akan mengambil langkah hukum terhadap kasus ini. Kami menduga ada pelanggaran perbuatan pidana dan melanggar Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 3 UU ITE,” ujar Duke.

Meskipun begitu, Kamaruddin mengaku tidak gentar akan laporan tersebut. Dirinya malah mengatakan agar Dirut PT. Taspen tersebut segera melaporkannya karena ia memiliki banyak bukti. Bukti-bukti yang diklaim oleh Kamaruddin adalah seperti video-video porno yang dibuat dengan beberapa wanita seperti karyawati Garuda dan karyawati BUMN lain. Selain itu ada juga bukti-bukti mengenai laporan keuangan.

Seperti yang diketahui setelah kasus ini menjadi perhatian publik, citra Dirut PT. Taspen sedikit tercoreng karena kasus perselingkuhan. Video kasus perselingkuhannya viral di media sosial. Dalam video tersebut ANS Kosasih terlihat keluar dari sebuah tempat bersama wanita idaman lain. Video tersebut direkam oleh istri sahnya yang memergoki Kosasih bersama wanita lain. Percekcokan tak bisa dihindarkan, namun dalam video tersebut ANS Kosasih balik memarahi istrinya.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini