Ilustrasi Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo/pixabay.com

Ledakan terjadi di Asrama Polisi Solo Baru di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 25 September 2022 sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasi ledakan dekat dengan Asrama Brimob Arumbara dan saat terjadi ledakan, para penghuni asrama sedang berada di dalam ruangan. Para penghuni mengaku mendengar suara ledakan keras, selain itu kaca-kaca ruangan pun ikut bergetar. 

Setelah mendengar ledakan di Asrama Polisi tersebut, para penghuni keluar ruangan dan mendapati ada satu korban terluka. Korban atas nama Bripka Dirgantara Pradipta kemudian langsung ditolong dan dibawa ke RS Indriati Solo kemudian dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Korban disebut menderita luka bakar 70% di tubuhnya.

“Betul bahwa TKP berada di samping Asrama Arumbara dan ada satu anggota kami yang terluka. Anggota yang terluka tersebut dibawa ke RSUD Moewardi Solo karena ditemukan dalam keadaan berlumuran darah,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy.

Untuk sementara ini, ledakan di Asrama Polisi Solo Baru tersebut diduga berasal dari kotak coklat paket yang hendak dibuka oleh korban. Di TKP, polisi juga menemukan beberapa barang bukti seperti dua kantong plastik bubuk hitam dengan ukuran satu ons, empat bungkus plastik kosong, residu, dan sumbu petasan. Diduga bahan-bahan tersebut merupakan bahan membuat petasan.

“Aksi ini bukan merupakan teror, namun ada dugaan bahwa terjadi kelalaian anggota. Namun, kami belum dapat memastikan karena korban masih ada di rumah sakit dan tidak sadarkan diri sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi.

Ada Pihak Yang Diamankan Terkait Ledakan di Asrama Polisi Solo Baru

Terkait ledakan paket yang terjadi di Asrama Polisi Solo Baru, polisi mengatakan bahwa pengirim paket tersebut berasal dari Indramayu. Paket tersebut merupakan hasil sitaan polisi atas razia di daerah Jurug pada satu tahun yang lalu. Pengirim paket pun terkonfirmasi dari CV Mandiri Sujono Indramayu.

Bripka Dirgantara Pradipta penghuni Asrama Polisi Solo Baru yang menjadi korban disebut ikut dalam operasi COD pengiriman bubuk-bubuk hitam bahan petasan satu tahun lalu di Jurug. Saat ini kasus ini telah ditangani oleh Polda Jawa Tengah. Selain itu terduga penerima berinisial A sudah diamankan di Polres Solo dan terduga pengirim berinisial S sudah diamankan di Polres Indramayu, Jawa Barat.

“Ada permintaan dari Polda Jateng untuk mengkonfirmasi identitas pengirim paket. Ternyata benar yang bersangkutan pernah mengirim. Namun belum diketahui pasti kapan saudara S ini mengirim paket tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini