Ilustrasi Serikat Pekerja Menurut UU No 21 Tahun 2000/hukumonline.com

Berserikat dan berkumpul merupakan hak warga negara Indonesia tanpa terkecuali, begitu juga untuk para pekerja atau buruh. Hak berserikat untuk seluruh masyarakat dan buruh dilindungi oleh UUD 1948 pasal 28, untuk itu tidak ada satu orang pun yang berhak melarang para pekerja atau buruh untuk mendirikan serikat. Hal tersebut pada akhirnya diatur dalam UU No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. 

Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan atau di luar perusahaan. Organisasi ini bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab melindungi, memperjuangkan, dan membela hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. 

Siapapun pekerja/buruh berhak menjadi anggota serikat, namun hanya boleh menjadi anggota pada satu serikat di satu perusahaan. Serikat pekerja/buruh sendiri dibentuk dengan menjalankan fungsi sebagai:

  1. pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial
  2. wakil pekerja/buruh dalam lembaga kerjasama di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya
  3. sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

UU mengenai Serikat Pekerja/Serikat Buruh ini juga dapat menjadi acuan regulasi mengenai keanggotaan, perlindungan hak berorganisasi, pengaturan keuangan serikat, penyelesaian perselisihan, pembubaran, perlindungan, dan sanksi bagi anggota serikat yang melanggar peraturan.

Hak dan Kewajiban Serikat Pekerja Sesuai UU No 21 Tahun 2000

Adapun menurut UU No 21 Tahun 2000, Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang sudah memiliki nomor bukti pencatatan memiliki hak untuk:

  1. membuat perjanjian kerjasama dengan pengusaha
  2. mewakili pekerja dalam menyelesaikan perselisihan industrial
  3. mewakili pekerja/buruh dalam lembaga ketenagakerjaan
  4. membentuk lembaga atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan usaha peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh
  5. melakukan kegiatan di bidang ketenagakerjaan yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku

Sementara itu selain hak, Serikat Pekerja/Serikat Buruh memiliki kewajiban untuk:

  1. melindungi dan membela anggota dari pelanggaran hak-hak dan memperjuangkan kepentingannya
  2. memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya
  3. mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi kepada anggota sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini