Ilustrasi Gelombang Tsunami/geodesigeodinamik.ft.ugm.ac.id

Di awal tahun 2022 ini, di Indonesia beberapa kali terjadi gempa bumi berskala cukup besar. Seperti gempa Banten 6,6 SR atau gempa 5,5 SR di Halmahera Utara. Meskipun gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi adanya gelombang tsunami, namun sebagian masyarakat tetap khawatir akan adanya potensi tersebut. Terutama untuk masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. 

Sebelum dihantui oleh rasa khawatir, sebelumnya kita harus mengenal faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab tsunami sebagai berikut:

  1. Gempa Bumi Bawah Laut

Di Indonesia sendiri hampir 90% tsunami terjadi karena adanya gempa bumi bawah laut. Namun tidak semua gempa bawah laut menimbulkan tsunami. Gempa bawah laut yang memungkinkan jadi penyebab tsunami jika:

  • Kedalaman pusat gempa relatif dangkal, kurang dari 70 km
  • Memiliki magnitudo besar diatas 7,0 SR
  • Mekanisme gempa adalah pola sesar naik atau sesar turun
  1. Longsor Bawah Laut

Longsor bawah laut biasanya disebabkan karena gempa bumi tektonik atau letusan gunung bawah laut. Selain itu juga bisa disebabkan karena tabrakan lempeng bawah laut.

  1. Letusan Gunung Berapi

Letusan gunung berapi diatas atau dibawah laut dapat menjadi pemicu tsunami seperti yang terjadi di Banten, saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Namun gunung berapi yang dapat menyebabkan tsunami hanya yang kekuatan getarannya besar.

  1. Hantaman Meteor

Meskipun belum pernah terjadi, hantaman meteor dengan diameter lebih dari 1 km dapat menimbulkan efek bencana dan gelombang yang sangat besar

Ciri Ciri Munculnya Gelombang Tsunami

Jika Anda merasakan beberapa peristiwa diatas yang dapat menjadi faktor-faktor munculnya gelombang tsunami, Anda patut waspada. Terutama jika Anda melihat ciri-ciri yang ditunjukkan oleh alam berikut ini:

  1. Gempa bumi terasa terutama di bagian pantai atau gempa bumi lebih dari 7,0 SR
  2. Adanya Suara Gemuruh

Beberapa masyarakat yang pernah mengalami tsunami mengatakan bahwa gelombang tsunami datang dengan suara gemuruh seperti adanya kereta barang.

  1. Perhatikan Penurunan Air Laut

Jika Anda berada di sekitar pantai dan melihat air pantai surut secara tiba-tiba namun belum waktunya dan banyak ikan menggelepar di pinggir pantai, segeralah cari perlindungan ke tempat yang lebih tinggi. Sebelum gelombang tsunami datang, air laut akan surut dan kembali dengan kekuatan yang lebih besar.

  1. Waspada Pada Gelombang Pertama

Kemungkinan gelombang tsunami tidak hanya terjadi satu kali. Jadi ketika gelombang pertama sudah menerjang, jangan langsung turun dari tempat tinggi dan tetap berlindung karena kemungkinan ada gelombang kedua. Tsunami dapat melakukan perjalanan melalui sungai-sungai yang terhubung ke laut.

Upaya Evakuasi Saat Terjadi Tsunami

Jika Anda merasakan ciri-ciri akan datangnya gelombang tsunami, Anda harus segera melakukan evakuasi bersama dengan anggota keluarga. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan evakuasi, yaitu sebagai berikut:

  1. Jangan kembali ke rumah atau tempat lebih rendah sebelum keadaan dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Gelombang tsunami bisa muncul lebih dari dua kali dan kekuatannya bisa lebih besar.
  2. Hindari berjalan melewati jembatan, Anda disarankan melakukan evakuasi dengan berjalan kaki
  3. Bagi Anda yang melakukan evakuasi menggunakan kendaraan, segera kunci lalu tinggalkan kendaraan Anda dan lanjutkan evakuasi dengan berjalan kaki
  4. Jika Anda berada di kapal atau perahu yang sedang berlayar, upayakan tetap berlayar dan menghindari wilayah pantai atau pelabuhan

Untuk mengetahui adanya informasi mengenai potensi tsunami, Anda dapat mengunjungi website resmi BMKG atau media sosial Instagramnya @infoBMKG.

Penulis: Serafina Indah Chrisanti

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini