Badan Yang Membuat Peraturan BEI No. I-A/idx.co.id

Untuk melakukan perdagangan efek yang efisien dan teratur, maka dibutuhkan lembaga yang menyelenggarakannya. Di Indonesia sendiri lembaga yang bertugas dalam hal tersebut adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI membuat beberapa peraturan, salah satunya ada di Peraturan BEI No I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Perusahaan Tercatat.

Peraturan BEI No I-A ini dibuat guna menciptakan perdagangan efek yang wajar, teratur, dan efisien seiring adanya perkembangan pasar. Selain itu dibutuhkan penyesuaian yaitu mengenai persyaratan papan pencatatan, persyaratan dan mekanisme perpindahan papan pencatatan, dan penetapan definisi Saham Free Float. 

Sementara itu menurut UU Pasar Modal Pasal 83, efek bersifat ekuitas adalah saham atau efek yang dapat ditukarkan dengan saham atau efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham. Contohnya adalah seperti saham biasa dan saham preferen. 

Dalam Peraturan BEI No. I-A ini juga dibahas mengenai Saham Free Float. Saham Free Float sendiri adalah saham yang:

  1. dimiliki oleh pemegang saham kurang dari 5% dari seluruh saham tercatat
  2. bukan dimiliki oleh Pengendali dan Afiliasi dari perusahaan
  3. bukan dimiliki oleh anggota dewan komisaris atau anggota direksi
  4. bukan saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan

Peraturan ini digunakan agar perusahaan atau badan yang berwenang mengetahui ketentuan dan persyaratan pencatatan efek, bagaimana prosedur pencatatannya, persyaratan agar perusahaan tercatat tetap tercatat di dalam bursa, dan juga besaran biaya pencatatan saham.

Ketentuan Umum Pencatatan Pada Peraturan BEI No. I-A

Untuk melakukan pencatatan efek pada BEI, perusahaan atau badan yang berwenang harus terlebih dahulu mengetahui ketentuan-ketentuan umumnya. Ketentuan ini tentu tertuang dalam Peraturan BEI No I-A. Calon perusahaan tercatat yang ingin mengajukan permohonan pencatatan wajib memenuhi ketentuan berikut:

  1. Memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi
  2. Menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk atau jasa yang meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi serta memiliki kemanfaatan sosial yang luas
  3. Memiliki karakteristik lain yang ditetapkan oleh Bursa

Efek bersifat ekuitas yang dapat dicatatkan di Bursa menurut Peraturan BEI No I-A adalah saham dan efek bersifat ekuitas lain yang menyertai Penawaran Umum Saham antara lain waran dan turunan saham lainnya. Selain itu perlu diketahui bahwa calon perusahaan tercatat yang berniat mencatatkan sahamnya di Bursa harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini