Ilustrasi Gas Air Mata/alodokter.com

Tragedi Stadion Kanjuruhan sudah terlewat satu minggu yang lalu, namun hingga saat ini proses penyidikan masih terus dilakukan. Informasi yang terbaru, Polri membantah bahwa korban meninggal pada tragedi Stadion Kanjuruhan diakibatkan oleh gas air mata. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo berdasarkan keterangan para ahli.

“Dari para ahli seperti dokter THT, paru, penyakit dalam, penyakit mata tidak ada satupun yang menyebutkan bahwa penyebab tewas adalah karena gas air mata. Yang ada bahwa para korban kekurangan oksigen karena berdesak-desakan di pintu keluar stadion terutama pada pintu 3, 11, 13, dan 14,” ujar Irjen Pol Dedi.

Selain itu Irjen Pol Dedi Prasetyo juga mengungkapkan bahwa ada tiga jenis gas yang digunakan oleh aparat dalam menghalau massa di Stadion Kanjuruhan. Yang pertama adalah smoke, gas ini hanya mengeluarkan ledakan berisi asap putih. Yang kedua tingkatnya sedang untuk menghalau massa yang kecil, kemudian yang ketiga berwarna merah untuk menghalau massa dengan jumlah yang cukup besar.

Polri juga membenarkan temuan bahwa gas air mata yang digunakan untuk menghalau massa di Stadion Kanjuruhan tersebut sudah kadaluarsa. Meskipun begitu, Polri menyebut bahwa gas yang sudah kadaluarsa tersebut kandungan zat kimianya sudah menurun dan tidak begitu efektif. Dalam keterangannya, Polri juga membantah tuduhan adanya 40 tembakan gas kepada suporter Aremania.

“Tidak ada 40 tembakan, adanya 11 tembakan seperti yang disampaikan Kapolri. Tembakan ini dilakukan di dalam dan luar stadion. Di dalam stadion untuk menghalau suporter dan di luar stadion untuk membubarkan massa yang melakukan perusakan dan pembakaran,” ujar Irjen Pol Dedi.

Bahaya Gas Air Mata Untuk Kesehatan

Meskipun Polri membantah bahwa gas air mata menjadi penyebab banyaknya korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan, bahayanya gas ini tidak boleh kita abaikan. Mengutip dari laporan halodoc, kontak dengan gas ini dapat menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Hal ini karena gas ini mengandung dua reseptor rasa sakit yaitu TRPA1 dan TRPV1.

Perlu diketahui bahwa TRPA1 adalah reseptor rasa sakit yang sama dengan minyak yang ada dalam mustard, wasabi, dan lobak untuk memberi rasa yang kuat. Tentunya, bersentuhan langsung atau terkena gas air mata dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti:

  1. Penutupan kelopak mata yang tidak disengaja
  2. Gatal dan sensasi terbakar pada mata
  3. Kebutaan sementara dan pandangan yang kabur
  4. Luka bakar kimia

Sementara itu, paparan gas ini juga akan menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang seperti kebutaan, kerusakan saraf, katarak, gangguan pernapasan, dan iritasi pada hidung, paru-paru, dan tenggorokan.

Baca juga: Akibat Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang dan 9 Orang Ini Dicopot Jabatannya

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini