Ketua BNPB, Ganip Warsito Saat Melakukan Peninjauan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran/bnpb.go.id

DKI Jakarta mulai memasuki fase genting lonjakan pasien Covid-19. Hal ini terlihat dengan melonjaknya jumlah pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Melonjaknya jumlah pasien yang harus dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini membuat antrian pasien yang panjang dan mengular. Bahkan pasien yang akan menjalani isolasi harus duduk lesehan sambil menunggu kamar isolasi disiapkan. 

Beberapa video yang menunjukkan antrian panjang pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran tersebut beredar di media sosial. Seperti video yang diunggah pada tanggal 11 Juni 2021 pukul 13.29 WIB oleh akun media sosial Twitter @oktaviaelsaa, dalam video tersebut terlihat para pasien di RSDC Wisma Atlet sedang menunggu antrian sambil duduk lesehan. Dalam caption unggahannya, akun tersebut mengatakan bahwa lonjakan pasien Covid-19 sangat signifikan. Sebelumnya pada saat lebaran ada 900 pasien dan sekarang melonjak menjadi 4.000 pasien.

Antrian panjang juga kembali terjadi pada tanggal 14 Juni 2021 pukul 21.00 WIB di Tower 4, seperti yang disampaikan oleh Koordinator RSDC Wisma Atlet, Letkol TNI dr. Arifin kepada beberapa media. dr. Arifin mengatakan bahwa antrian tersebut terjadi karena para pasien Covid-19 harus menyelesaikan proses administrasi terlebih dahulu. Selain itu pasien juga harus menjalani pengecekan, apakah mereka bergejala atau tidak.

Hal yang terjadi sesuai dengan data yang kami himpun, bahwa tingkat hunian di RSDC Wisma Atlet Kemayoran per tanggal 14 Juni 2021 adalah sebesar 83,9% dengan jumlah kamar terisi sebanyak 5.028 kamar. Bahkan pada salah satu tower yaitu Tower 5, tingkat keterisiannya sudah mencapai 97,1%. Ada penambahan sebesar 192 kasus dari hari sebelumnya. Kamar kosong yang ada di RSDC Wisma Atlet Kemayoran per tanggal 14 Juni 2021 hanya tersisa 966 kamar kosong saja. Sebanyak 80% pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran adalah warga Jakarta yang sebagian berasal dari kluster Idul Fitri dan kluster halal bihalal. Sayangnya belum ada website resmi dari RSDC Wisma Atlet Kemayoran untuk mengecek status Bed Occupancy Rate (BOR).

Data terakhir yang terupdate pada Selasa, 15 Juni 2021 kasus terkonfirmasi Covid-19 DKI Jakarta adalah sebanyak 452.295 kasus positif. Dengan sebanyak 8.142 pasien dirawat, 425.417 pasien sembuh, 7.634 pasien meninggal, dan 11.102 pasien menjalani isolasi mandiri. 

Antisipasi Lonjakan Pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran 

Lonjakan pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran membuat pemerintah melakukan beberapa langkah antisipasi. Pemerintah melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito meminta pihak RSDC untuk membuka Tower 8 Wisma Atlet untuk ditempati oleh pasien tanpa gejala. Selain itu pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga diminta untuk membuka dan mengoperasikan Rusun Nagrak yang terdiri dari 5 tower masing-masing 16 lantai. 

Selain pembukaan tower baru di Tower 8, RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga telah menyiapkan tambahan sekitar 2.000 bed dan dapat digunakan secepatnya. Manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga sudah mengajukan tambahan tenaga kesehatan sebanyak 150 dokter dan 300 perawat. Jauh sebelum kasus lonjakan bulan Juni ini terjadi, RSDC Wisma Atlet Kemayoran sudah beberapa kali mengalami kasus lonjakan seperti pada 27 September 2020 dengan 5.080 pasien dan 24 Januari 2021 dengan 5.036 pasien. Langkah-langkah antisipasi nyata juga telah dilakukan oleh pihak RSDC Wisma Atlet Kemayoran, seperti pada bulan Mei 2021, dimana Badan PPSDM menugaskan 30 dokter internship untuk mengatasi kekurangan sejumlah dokter umum untuk dijadikan penanggung jawab di 2-3 lantai di Tower 7. 

Sementara itu per tanggal 9 Mei 2021 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran telah bergabung 17 orang relawan baru yang sudah lulus Medical Check Up (MCU). 17 orang relawan itu terdiri dari 5 orang dokter umum, 9 orang perawat, 1 orang sanitarian, 1 orang ALTM, dan 1 orang entomolog. Selain itu, 22 perawat pada Angkatan 10 memutuskan untuk memperpanjang masa tugas mereka di RSDC Wisma Atlet.

Peninjauan kesiapan RSDC Wisma Atlet Kemayoran menghadapi kemungkinan melonjaknya pasien Covid-19 pasca libur lebaran pun sudah dilakukan oleh Kepala BNPB, Ganip Warsito pada 26 Mei 2021, Ganip Warsito ditemani Pangdam Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Mayjen TNI Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet meninjau ketersediaan obat, alat pelindung diri, dan personil yang bertugas. Ia juga menyampaikan pesan agar semua pihak tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“3T dan protokol kesehatan harus menjadi upaya yang terus dilakukan demi mencegah rantai Covid-19, disamping itu melakukan vaksinasi juga menjadi pencegahan Covid-19, namun vaksin bukan menjadikan kita kebal virus sehingga kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ujar Ganip dalam kesempatan tersebut.

Penulis: Serafina Indah Chrisanti

Editor: Sebastian Simbolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini