Keamanan Tragedi Pahit Kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Ini Tindakan FIFA

Tragedi Pahit Kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Ini Tindakan FIFA

Ungkapan Belasungkawa Atas Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan/instagram.com @pssi

Dunia sepak bola Indonesia kembali tercoreng dengan adanya peristiwa kerusuhan pada pertandingan Liga 1 Arema FC VS Persebaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022. Kerusuhan ini menjadi tragedi pahit karena menelan korban jiwa hingga hampir 130 orang. 

Kerusuhan tersebut terjadi setelah wasit meniup peluit tanda selesai dan tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya. Setelahnya, beberapa suporter turun ke lapangan dan menyerang pemain beserta official Arema FC. Semakin meluasnya dan tidak terkendalinya kerusuhan membuat polisi kewalahan dan akhirnya melepaskan gas air mata ke arah suporter termasuk yang ada di tribun.

Sayangnya, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tersebut berujung memakan ratusan korban meninggal diduga kehabisan nafas akibat gas air mata. Selain dugaan tersebut, Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan ada beberapa pelanggaran yang ditemukan dalam pertandingan termasuk soal waktu pelaksanaan dan pencetakan tiket.

“Diduga panitia pelaksana tidak mengindahkan usulan aparat yang meminta pertandingan pada pukul 20.00 dimajukan menjadi pukul 15.30 atas alasan keamanan. Selain itu, tiket yang seharusnya berjumlah 38 ribu sesuai kapasitas stadion Kanjuruhan dicetak sebanyak 42 ribu,” ujar Mahfud MD.

Atas hal tersebut, pihak PSSI mengatakan bahwa waktu pertandingan dilaksanakan sesuai kesepakatan. Apalagi suporter Persebaya yang menjadi rival juga tidak diperbolehkan menonton pertandingan, sehingga panitia pelaksana memiliki pemikiran positif bahwa tidak akan terjadi kerusuhan. Meski begitu, PSSI akan melakukan investigasi terlebih dahulu dan menyebutkan bahwa Arema FC bisa diberikan sanksi.

“Kami akan tindak lanjuti dan menyidangkan kasus ini, kami juga mendukung aparat kepolisian dalam menindaklanjuti kasus ini. Siapapun yang bersalah harus dihukum. Jika terbukti ada kerusuhan, panitia pelaksana akan mendapatkan sanksi keras. Selain itu Arema FC bisa jadi juga mendapat sanksi tidak boleh menjadi tuan rumah dalam sisa waktu pertandingan Liga 1 ini,” ujar Ketua Komisi Disiplin PSSI, Irjen Pol Erwin Tobing.

Tanggapan FIFA Atas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang mendapatkan perhatian dari FIFA. Presiden FIFA, Gianni Infantino menyampaikan bela sungkawa terhadap semua korban dalam kerusuhan tersebut. Selain itu Gianni Infantino juga menyebut kejadian kerusuhan ini membuat dunia sepak bola menjadi gelap.

“Tragedi ini menjadikan hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi yang terjadi di luar pemahaman. Bersama FIFA dan komunitas global, kami mendoakan semua korban, juga yang terluka. Doa kami bersama dengan masyarakat Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia,” ujar Gianni Infantino.

Sementara itu tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ini disebut dapat membuat Indonesia diberikan sanksi berat oleh FIFA. Namun, Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan saat ini pihaknya sudah berkomunikasi dengan FIFA. Ia juga menyebut bahwa FIFA tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru dan mungkin akan meninjau langsung proses investigasi di stadion. Kasus ini masih terus diinvestigasi.

Penulis: Serafina Indah

Editor: Sebastian Simbolon

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini